adanya feminisme
GERAKAN FEMINISME
Sejarah Feminisme
Gerakan feminis pada mulanya adalah gerak sekelompok aktivis perempuan barat, yang kemudian lambat laun menjadi gelombang akademik di universitas-universitas, termasuk negara-negara Islam, melalui program ”woman studies”. Gerakan perempuan telah mendapat “restu” dari Perserikatan Bangsa Bangsa perempuan dengan dikeluarkannya CEDAW (Convention on the Elimination of All Forms of Discrimination Againts Women). Negara dan lembaga serta organisasi-organisasi di dunia terus mendukung gerakan-gerakan perempuan , walaupun menurut Khan dukungan tersebut memiliki efek negatif bagi gerakan perempuan (baca-feminisme) karena aktivis perempuan telah kehilangan sudut pandang politik (political edge) dan juga untuk beberapa kasus telah kehilangan komitmennya.
Gerakan feminis jugaak individu dan negara tidak boleh memberikan sangsi hukum bagi para p memunculkan masalah-masalah sosial baru yang membuat peradaban Barat berada di ambang kehancuran. Isu kebebasan telah membuat perzinahan diakui sebagai helakunya. Kaum perempuan Barat banyak yang memilih untuk tidak menikah dan menganggap pernikahan sebagai bentuk pengekangan terhadap kebebasan mereka. Penemuan alat kontrasepsi dan dilegalkannya praktik aborsi telah menjadikan perempuan barat terjerumus dalam pergaulan bebas tanpa takut resiko memiliki anak di luar pernikahan. Bagi perempuan yang masih memiliki sedikit hati nurani kemudian memilih untuk menjadi single parents walau konsekuensinya anak-anak itu terlahir dan tumbuh tanpa mengenal sosok ayahnya. Saat ini, eksploitasi terhadap kaum perempuan dan anak-anak semakin merajalela, yang tidak pernah terjadi sebelumnya.
Gerakan feminis pada akhirnya telah menjauhkan perempuan dari kehangatan sebuah keluarga. Kaum perempuan terlalu sibuk mengejar karir dan bersaing dengan laki-laki untuk membuktikan eksistensi mereka. Banyak dari mereka kemudian mengalami alienasi, depresi dan masalah psikologis lainnya, karena melawan naluri dan kodrat sebagai perempuan. Masyarakat Baratpun akhirnya tersadar dari kekeliruannya dan gerakan feminis dituding sebagai biang kerok atas kehancuran moral yang menimpa kaum perempuan sehingga gerakan ini berangsur-angsur surut dan kini hanya tinggal wacana saja.
DAMPAK ADANYA FEMINISME
- Kehancuran di Dalam Rumah tanggaKebodohan Disatu Sisi
- Kebodohan Disatu Sisi
- Timbulnya Kesewenangan Pada Perempuan
- Perempuan Memimpin Rumah Tangga
- Adanya Kebebasan Pada Kaum Perempuan
- Tidak Terpenuhinya Kewajiban dan Kodratnya Sebagai Perempuan
- Menimbulkan Spekulasi Negatif di Masyarakat
- Menentang Kodrat Allah SWT
- Kehormatan Laki-Laki yang Semakin Rendah
- Timbulnya Pergantian Kewajiban di Dalam Rumah Tangga
- Melemahkan Martabat Laki-Laki
- Kedudukan yang Sama Antara Laki-Laki dan Perempuan
- Persaingan Antara Laki-Laki dan Perempuan

Komentar
Posting Komentar